Kenali 4 pilar strategi anti-fraud berdasarkan POJK 12/2024 dan panduan implementasi teknologi untuk memperkuat keamanan perbankan Anda.
Bagi praktisi risk dan compliance, penipuan bukan sekadar isu keamanan melainkan kewajiban regulasi. Otoritas Jasa Keuangan mewajibkan setiap lembaga jasa keuangan menerapkan strategi anti-fraud yang terstruktur, bukan sekadar reaktif.
Artikel ini menguraikan kerangka strategi anti-fraud POJK 12/2024 beserta empat pilarnya, dan bagaimana bank dapat menerjemahkannya menjadi implementasi nyata.
Dasar Regulasi: Kenapa Anti-Fraud Kini Wajib?
OJK mewajibkan lembaga jasa keuangan menerapkan strategi anti-fraud melalui POJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan. Regulasi ini menuntut LJK menyusun dan menjalankan strategi yang terdiri dari empat pilar utama.
Empat Pilar Strategi Anti-Fraud

Pilar 1 — Pencegahan
Langkah proaktif menutup celah sebelum fraud terjadi: kebijakan anti-fraud, know your employee, dan penguatan kesadaran di seluruh jenjang organisasi.
Pilar 2 — Deteksi
Kemampuan mengidentifikasi indikasi fraud sedini mungkin, termasuk mekanisme whistleblowing dan sistem pemantauan transaksi mencurigakan secara otomatis.
Pilar 3 — Investigasi, Pelaporan, dan Sanksi
Proses menindaklanjuti temuan: investigasi internal, pelaporan sesuai ketentuan, dan penerapan sanksi yang memberi efek jera.
Pilar 4 — Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut
Evaluasi berkala atas efektivitas sistem pengendalian fraud dan perbaikan berkelanjutan berdasarkan data kejadian.
Dari Regulasi ke Implementasi Teknologi

Empat pilar ini menuntut lebih dari sekadar kebijakan tertulis. Pilar deteksi khususnya menuntut kemampuan teknologi memantau transaksi secara real-time — sesuatu yang sulit dicapai dengan proses manual di tengah jutaan transaksi harian.
Kesimpulan
Strategi anti-fraud POJK 12/2024 memberi kerangka jelas melalui empat pilar. Namun keberhasilannya bergantung pada eksekusi terutama pilar deteksi yang menuntut sistem otomatis dan real-time.
Untuk memahami bagaimana teknologi deteksi fraud bekerja dan apa yang perlu diperhatikan saat memilihnya, lanjutkan ke Cara Kerja Fraud Detection System Real-Time & 7 Kriteria Memilih Vendor

Leave a Reply